penting

http://www:koperasiprofesional.blogspot.com. Masukan dan saran dalam usaha memajukan koperasi ini, sangat kami nantikan By muhammad leo syahban alkhafi

Selasa, 15 Mei 2012

MENGANALISA PROGRAM KERJA DAN RABK


STANDAR KOMPETENSI

KODE UNIT                              :  KJK.SP02.027.01
JUDUL UNIT                     :  Menganalisis Program Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya 
DESKRIPSI UNIT                   :  Unit ini berhubungan dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam menganalisis program kerja dan rencana anggaran pendapatan dan biaya (PK dan RAPB) pada Koperasi Jasa Keuangan.

ELEMEN KOMPETENSI
KRITERIA UNJUK KERJA
1.     Membandingkan Antara Realisasi dengan Target PK dan RAPB.

1.1.    Kegiatan yang dilaksanakan manajemen terhadap program kerja dibandingkan.
1.2.    Prosentase (%) pencapaian target terhadap RAPB dihitung.
1.    Menganalisis Pencapaian  PK dan RAPB.


2.1.  Faktor-faktor penyebab pencapaian target PK dan RAPB dianalisis lebih detail.
2.2.    Indikator penilaian kinerja yang significant dibedakan sebagai acuan perbaikan dan pengembangan.
2.3.    Hasil analisis kegiatan PK dan RAPB dirumuskan.
2.    Membuat Evaluasi PK dan RAPB.


        Kesimpulan hasil kegiatan analisis dibuat.
        Rekomendasi pencapaian target sebagai masukan bagi manajemen disusun.
        Kegiatan menganalisis PK dan RAPB didiskusikan dan dievaluasi.
3.    Melaporkan Hasil Kegiatan Menganalisis PK dan RAPB.

4.1     Format laporan disiapkan.
4.2     Laporan hasil kegiatan menganalisis program kerja dan rencana anggaran pendapatan dan biaya dibuat dan dilaporkan.

BATASAN VARIABEL   :
1.    Kontek variabel :
Unit ini berlaku untuk membandingkan, menganalisis, membuat evaluasi, dan melaporkan hasil kegiatan penganalisaan program kerja dan rencana anggaran pendapatan dan biaya, yang digunakan untuk menganalisis program kerja dan rencana anggaran pendapatan dan biaya pada Koperasi Jasa Keuangan.
2.    Perlengkapan untuk melakukan analisis program kerja dan rencana anggaran pendapatan dan biaya pada Koperasi Jasa Keuangan, mencakup : 
2.1        Bisnis plan koperasi jasa keuangan.
2.2        Data past performance.
2.3        Komputer dan printer.
2.4        Kalkulator.
2.5        Alat tulis kantor.
3.    Tugas pekerjaan untuk menganalisis program kerja dan rencana anggaran pendapatan dan biaya pada Koperasi Jasa Keuangan, meliputi :  
3.1       Membandingkan antara realisasi dengan target PK dan RAPB.
3.2       Menganalisis pencapaian PK dan RAPB.
3.3       Membuat evaluasi PK dan RAPB.
3.4       Melaporkan hasil kegiatan menganalisis PK dan RAPB.
4.    Peraturan untuk menganalisis program kerja dan rencana anggaran pendapatan dan biaya pada Koperasi Jasa Keuangan adalah :
4.1        Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dan peraturan khusus lainnya yang terkait dengan PK dan RAPB.
4.2       Standar Operasional Manajemen.
   
PANDUAN PENILAIAN :
1.    Penjelasan prosedur penilaian :
      Alat, bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang mungkin diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait :  
1.1  KJK.SP02.025.01 : Menyusun Program Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya
2.    Kondisi penilaian :
2.1      Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan pembandingan, penganalisaan, pengevaluasian, dan pelaporan hasil kegiatan penganalisaan program kerja dan rencana anggaran pendapatan dan biaya pada Koperasi Jasa Keuangan.
2.2      Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/praktek, dan simulasi di workshop dan atau di tempat kerja.  
3.    Pengetahuan yang dibutuhkan :  
      Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :
2.1      Manajemen koperasi.
2.2      Manajemen keuangan
2.3      Perencanaan.
2.4      Metode statistik.
2.5      Teori analisa past performance.
4.    Keterampilan yang dibutuhkan :
Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :
4.1       Mengidentifikasi.
4.2       Menganalisis.
4.3       Menyusun laporan.
5.    Aspek kritis :
Aspek kritis  yang merupakan kondisi kerja untuk diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini, sebagai berikut :
2.1          Keakuratan data PK dan RAPB.
2.2          Perubahan lingkungan bisnis.


KOMPETENSI KUNCI    :

NO
KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT
TINGKAT
1.
Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi
3
2.
Mengkomunikasikan ide-ide dan menginformasikan
2
3.
Merencanakan dan mengorganisir kegiatan
3
4.
Bekerjasama dengan orang lain dan berkelompok
2
5.
Menggunakan ide serta tehnik matematika
2
6.
Memecahkan masalah
3
7.
Menggunakan teknologi
2

PENDAHULUAN
a. Peranan PK dan RAPB

Perencanaan yang akan dilakukan harus disesuaikan dengan keadaan situasi dan kondisi  pada masa lampau, saat ini, serta prediksi masa datang. Oleh karena itu untuk melakukan segala perencanaan masa depan, diperlukan kajian-kajian masa kini. Bahkan karena begitu pentingnya merencanakan masa depan, muncul ilmu yang membahas dan meramalkan masa depan yang disebut “futuristics”
                                                                                                  
Perencnaan merupakan bagian penting dari sebuah kesuksesan. Tak dapat dibayangkan jika seorang manajer KJK berhasil tanpa perencanaan. Walaupun demikian seandainya berhasil, maka keberhasilan yang diperoleh mungkin bersifat semu. Sesuatu yang telah melalui perencanaan, walaupun dalam kenyataannya tidak seratus prosen sesuai dengan harapan, tetapi sebenarnya kemampuan  merencanaan yang telah dilakukan juga merupakan sebuah hasil yang patut diberikan penghargaan.

Program Kerja (PK) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya (RAPB) merupakan domain perencanaan. Dalam mengelola KJK dapat seperti air mengalir, artinya tidak berhenti pada satu titik, jika berhenti atau tersumbat maka sifatnya air mencari peluang lain. Namun mengalirnya air ini perlu diarahkan sampai ketujuan, maka PK dan RAPB itulah yang dapat  mengarahkan pengelola KJK untuk mencapai tujuan.

b. Pengertian PK dan RAPB
·         Program Kerja, adalah merupakan tindak lanjut penyusunan rencana atau merupakan langkah-langkah tindakan konkret serta terorganisasi untuk mengimplementasikan apa yang telah dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran, yang pokok-pokok arahan, petunjuk dan pedoman tentang apa yang seyogyanya dikerjakan (“what ought to be done”) untuk mencapai maksud dan tujuan (visi) KJK menurut garis dan cara yang bijaksana (“wisdom”), baik dan tepat serta sesuai dengan amanat AD/ART KJK.
·         Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya, Anggaran merupakan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh KJK, dinyatakan dalam satuan dan nilai uang, untuk waktu tertentu, dalam hal ini satu tahun.
·         Pendapatan, adalah suatu proses mengenai arus penciptaan jasa oleh KJK selama jangka waktu tertentu. Konsep pendapatan sering dilihat melalui pengaruhnya terhadap ekuitas anggota.
·         Biaya, adalah sesuatu yang berkonotasi sebagai pengurang yang harus dikorbankan untuk memperoleh tujuan akhir KJK yaitu mendatangkan sisa hasil usaha.


BAB I
MEMBANDINGKAN ANTARA REALISASI
DENGAN TARGET PK DAN RAPB
                  
1.1.      Kegiatan yang Dilaksanakan Manajemen Terhadap PK

Program Kerja (PK) merupakan program-program nyata yang dapat  diimplementasikan sebagai kegiatan yang akan dikerjakan selama 1 tahun untuk mencapai misi KJK. Jika Program-program kerja yang tidak nyata, tidak kongkrit, tidak membumi, cenderung masih jauh di awan akan sulit dilaksanakan.

Proses penyusunan program kerja dijelaskan sebagai berikut:
1.    didahului dengan identifikasi kebutuhan dan masalah-masalah ekonomi yang dihadapi oleh anggota dan memerlukan pemecahan kolektif melalui kelembagaan koperasi;
2.    identifikasi alternative program yang relevan untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi anggota serta usaha-usaha untuk memenuhi kepentingan ekonomi anggota secara efektif dan efisien, serta konsekuensinya terhadap koperasi;
3.    usulan pilihan alternative terbaik untuk dibahas dan diputuskan bersama;
4.    gambaran perkiraan hasil yang akan dicapai, bukan saja untuk kepentingan koperasi melainkan yang lebih penting adalah gambaran dampak dan manfaat program bagi peningkatan ekonomi anggota.

Program Kerja (PK) KJK dapat dirumuskan dengan menggunakan sistimatika sebagai berikut:
·         Pendahuluan
·         Kegiatan Usaha.
·         Sasaran dan Strategi KJK.
·         Rencana Pemasaran (Penghimpunan dan penyaluran dana)
·         Rencana Operasi (Pengelolaan dana)
·         Rencana Administrasi Keuangan.
·         Rencana Pendukung
Dalam penyusunan PK dan RAPB melibatkan juga pengelola (bukan hanya pengurus saja), karena pengelola yang akan mengimplementasikan opersional seharí-hari, demikian juga keikutsertaan pemodal dalam penyusunan PK dan RAPB dimungkinkan, karena hal ini berkaitan dengan penggunaan dana yang ditanamkannya dalam KJK sebagai modal penyertaan. Pengelola KJK dalam pengelolaan usaha KJK haruslah berdasar pada Program Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya (PK dan RAPB).

Sebelumnya kita harus memahami tahapan penyusunan programkerja KJK melalui kegiatan:
  1. Kegiatan persiapan, dimulai dengan memahami kondisi awal (hasil yang telah dicapai), “data collecting” dan identifikasi permasalahan, wawancara, “brainstorming”, penyebaran “questionnaire”, dan sebagainya.
  2. Penyusunan “focus”, yaitu memusatkan perhatian dan kepedulian terhadap titik sentral  yang ingin dicapai.
  3. Analisa data, yaitu data yang terkumpul dipelajari, dilakukan sortasi (pemilihan) dan analisa dengan beberapa cara, seperti “SWOT analysis” (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman, mana yang harus dimanfaatkan, ditingkatkan, diantisipasi dan dihindari), dan sebagainya.
  4. Pemilihan Alternatif (memilih kebijaksanaan dan langkah kegiatan yang paling mendekati sasaran akhir KJK)
  5. Perumusan

Perbandingan dari kegiatan yang dilaksanakan manajemen terhadap program  kerja, dapat digambarkan dalam ilustrasi program kerja berikut ini:

Rencana Penghimpunan dan Penyaluran Dana KJK ”XX”  Tahun 2008

A.
Rencana Penghimpunan Dana
1.
Dari Anggota (khusus KSP)

1.a
Anggota Baru : Simpanan Pokok
10.000


1.b.
Anggota Baru dan lama: Simpanan Wajib
12.000


         Jumlah Dana dari Anggota

22.000
2.
Dari lembaga lain (Pihak II)



2.a.
Bank. Modal Pinjaman

15.000


2.b.
Lemb. lain, mis: dana bergulir dari Pemerintah
10.000


          Jumlah Dana dari Pihak II

25.000
3.
Dari Deposan/Penyimpan (Pihak III)



3.a.
Sompanan Koperasi (Simkop)
10.000


3.b.
Simp. Berjangka Kop. (Sijakop)
5.000


         Jumlah Dana dari Pihak II

15.000

Rencana Total Penghimpunan Dana

 40.000
B.
Rencana Penyaluran Dana



1.
Rencana Jumlah Anggota yang akan di beri Pinjaman 50 peminjam



2.
Rencana Plafond pinjaman yang akan diberikan

50.000








catatan:

A.   Jika A > B, berarti ada dana yang menganggur
B.   Jika A < B, berarti Koperasi kekurangan dana (kasus di atas KJK kekurangan dana Rp. 50.000 – Rp. 40.000 = Rp. 10.000 )

Jika dalam realisasinya ternyata pinjaman yang disalurkan hanya mencapai Rp. Rp 45.000 sedangkan penghimpunan mencapai Rp. 50.000 maka tentunya akan terjadi : Kelebihan dana atau ada dana yang menganggur, hal ini tentunya bukan saja masla idle fund, tetapi juga akan menekan terhadap pendapatan jasa bunga dari penyaluran pinjaman, tetapi disisi lain justru biaya dana akan meningkat. Kurang suskes dalam penyaluran pinjaman, dapat disebabkn oleh beberapa kemungkinan, seperti rendahnya sdm bagian pinjaman, persaingan (jasa bunga kita lebih tinggi), pesryaratan jaminan yang ketat, prosedur pinjaman yang maíz berbelit, dll. 





1.2.      Prosentase Pencapaian Target Terhadap RAPB

Dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Biaya (RAPB) diuraikan tiga unsur penting yaitu:
·         prosedur penyusunan Anggaran Pendapatan dan Biaya
·         pelaksanaan anggaran
·         evaluasi atas pelaksanaan anggaran.

Menganalisis Anggaran Pendapatan dan Biaya dapat mengetahui adanya
hubungan antara pendapatan dan biaya usaha dengan
pencapaian target KJK.
Tujuan penyusunan  RAPB dalam KJK digunakan  : sebagai pedoman operasional, sebagai alat ukur dan  sekaligus sebagai pengawasan, agar sasaran yang telah di tetapkan dapat tercapai dalam satu periode akuntansi. Oleh karenanya RAPB dibuat sebelum awal tahun buku dilaksanakan dan disyahkan dalam Rapat Anggota. PeriodeAkuntansi pada KJK dimulai 1 Januari dan diakhiri 31 Desember.

Perencanaan yang mencakup waktu lebih dari  3 tahun lazimnya disebut perencanaan jangka panjang (Long range planning), antara 2 sampai 3 tahun perencanaan jangka menengah (Medium range planning), dan yang 1 (satu) tahun perencanaan jangka pendek (short range planning) atau lazim disebut annual planning. Perencanaan jangka panjang dan jangka menengah umumnya tidak ada masalah akan tetapi untuk jangka pendek sering menghadapi kendala, berkaitan dengan pembuatan RAPB, tenaga kerja yang terbatas, kurangnya data dan dokumen pendukung serta  pelaksanaan Rapat Anggota yang hanya dilaksanakan satu kali dalam satu tahun. Akan tetapi dengan berbagai kekurangan yang ada, RAPB tetap penting untuk dibuat dibandingkan dengan KJK yang tidak mempunyai RAPB.

Setiap tahun melaksanakan Rapat Anggota untuk mensyahkan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RK-RAPB). Anggaran adalah program kerja KJK yang dinyatakan di dalam bentuk satuan uang. Setiap program akan dinyatakan secara rinci di dalam biaya, yang dapat digunakan oleh pengelola untuk melaksanakan dan mengendalikan usaha KJK. Anggaran operasional berisi anggaran pendapatan dan biaya operasional, sering disebut sebagai rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi (RAPB), dan anggaran keuangan yang memuat rencana aset, hutang dan modal sendiri.

Menghitung RAPB tidak semudah yang dibayangkan melainkan memerlukan pengamatan yang luas terhadap perkembangan harga yang berlaku pada saat itu dan kemungkinannya berubah pada saat-saat pengerjaan berlangsung, sehingga ada ketepatan antara RAPB yang telah ditetapkan dengan RAPB realisasi. Apabila RAPB realisasi lebih besar dari RAPB yang direncanakan, maka berarti ada kekeliruan dalam menghitung atau factor-faktor lain kemungkinan berubahnya harga tidak diperhitungkan atau kurang tepat menghitungnya.

Membuat evaluasi program kerja  dan rencana anggaran pendapatan dan biaya. Berbagai  cara penyajian dalam evaluasi program kerja atas RAPB yang dibuat dalam bidang keuangan, misalnya dengan menggunakan formulir. Dalam formulir dikemukakan target-target seluruh pendapatan dan pengeluaran - pengeluaran biaya operasi, kemudian diperlihatkan pula target sisa hasil usaha  serta realisasinya, yang daat menggambarkan  prosentase (%) pencapaian target terhadap RAPB. Berikut ini sebagai ilustrasi untuk perhitungan prosentase pencapaian target:

Contoh : Perhitungan Prosentase Pencapaian Target RAPB KJK

(Rp.Juta)
URAIAN
Target 2007
Realisasi 2007
(%)
Target 2008
PENDAPATAN
1.800
2.225
23,6
2.485
a. Bunga/Jasa Pinjaman
1.500
1.800
20,0
2.000
b. Proviso
250
350
40,0
400
c. Lainnya
50
75
50,0
85
BEBAN DANA
865
910
05,2
1.070
a. Bunga Simpanan
350
520
48,6
600
b. Bunga Tabungan
400
380
(5)
450
c. Beban Lainnya
15
10
(33)
20
Hasil Usaha Kotor
935
1.315
40,6
1.415





BIAYA OPERASIONAL
561
655
16,7
990
a. Tenaga Verja
350
400
14,2
500
b. Administrasi
75
100
33,3
200
c. Alat Tulis Cantor
30
40
33,3
100
d. Listrik
25
24
(0,9)
50
e. Telepon
36
37
0,3
60
f.  Pemeliharaan
10
12
20,0
20
g.  Pengembangan
25
30
20,0
40
h.  Lainya
10
12
20,0
20
SHU Sebelum  Pajak
374
660
76,4
425
Pajak Penghasilan
89,7
175,5
95,6
105
Sisa Hasil Usaha
284,3
484,5
70.4
320

Penjelasan :
1.    Berikan penjelasan terhadap masing-masing Pos tersebut diatas, baik yang telah mencapai target atau tidak mencapai target
2.    Berdasarkan point 1 diasumsikan pada tahun 2008 naik rata – rata 10% dari realisasi tahun 2007

Salah satu contoh untuk Perhitungan Prosentase Pencapaian Target RAPB KJK berkaitan dengan Pinjaman/ Penempatan Dana adalah sebagai berikut :

URAIAN
Target Tahun 2007
Realisasi Tahun 2007
Penyimpangan
Target tahun 2007 (%)
Target tahun 2008
Pinjaman/Pembiayaan Anggota
1.800




Pinjaman/Pembiayaan calon anggota





Pinjaman/Pembiayaan Comercial





Pinjaman/Pembiayaan Konsumtif





Pinjaman/Pembiayaan Pendidikan





Pinjaman/Pembiayaan lainnya







Penjelasan :
§    Berikan penjelasan terhadap masing-masing Pos tersebut diatas, baik yang telah mencapai target atau tidak mencapai target
§    Berdasarkan point 1 diasumsikan pada tahun 2008 naik 10% dari realisasi tahun 2007


BAB II
MENGANALISIS PENCAPAIAN  PROGRAM KERJA DAN RAPB


2.1.      Faktor-faktor Penyebab Pencapaian Target PK dan RAPB

PK dan RAPB organisasi KJK, disusun untuk dipergunakan dalam hal, antara lain:
a.    Sebagai landasan pokok atau pedoman kerja, apa yang akan dilakukan.
b.    mendorong manajer dan pelaksana dalam KJK untuk mencapai apa yang telah ditetapkan.
c.    dapat mengukur kinerja yang akan dicapai, sehingga pihak pengelola dapat mengatur kebijaksanaan yang akan ditempuh.
d.    untuk menjamin pelaksanaan kegiatan serta lebih menjamin pencapaian tujuan KJK untuk pengendalian, telah ditetapkan waktu, dimana dilakukan serta berapa jumlah biayanya.

Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab pencapaian target PK dan RAPB dapat terlebih dahulu kita mengetahui kendala yang menjadi penyebab terhambatnya pencapaian target PK dan RAPB,
Kendala tersebut dapat dikelompokan sebagai berikut:
a.    Kendala internal (internal constraint) adalah faktor-faktor yang membatasi KJK yang berasal dari dalam KJK, misalnya keterbatasan sumber daya manusia.
b.    Kendala eksternal (external constraint) adalah faktor-faktor yang membatasi KJK yang berasal dari luar KJK, misalnya permintaan terhadap produk pinjaman atau minat penabung.

Dalam menyusun PK dan RAPB perlu adanya analisis secara mendalam, dengan maksud agar PK dan RAPB tersebut dapat digunakan  sebagai pedoman sekaligus alat ukur  dalam jangka  waktu  yang telah ditetapkan. Untuk mencapai hal tersebut, umumnya penyusunan rencana keuangan dimulai dari faktor-faktor yang lemah, tidak dapat dikuasai oleh KJK. Faktor terlemah tersebut terletak pada penghimpunan dana, karena  tingkat suku bunga dan jumlah penabung  lebih dipengaruhi oleh  faktor luar yang tidak mudah dikuasai oleh KJK.

Teknik untuk menganalisis dari faktor-faktor penyebab pencapaian target PK dan RAPB dapat dilakukan dengan analisis kualitatif dan kuantiatatif. Untuk menganalisis program kerja biasanya digunakan analisis kualitatif, sedangkan untuk menganalisis RAPB digunakan pendekatan analisis kuantitatif dengan beberapa teknik analisis terhadap analisis rasio keuangan.

Analisis Kualitatif dimaksudkan untuk mengetahui latar belakang penyebab pencapaian target PK, pencapaian target penghimpunan dana, banyak disebabkan oleh faktor kepercayaan penabung lepada KJK, produk funding yang ditawarkan memiliki feature dan Benefit lebih baik dari KJK atau lembaga keuangan mikro lainya. Pencapaian target pinjaman banyak disebabkan karena factor permintaa akan fasilitasi pinjaman cukup tinggi dibandingkan dengan penawaran pinjaman dari KJK, disamping factor-faktor lain seperti kemudahan dalam proses pinjaman dan jasa bunga yang lebih murah dibandingkan dengan KJK atau lembaga keuangan mikro lanilla.

Analisis Kuantitatif, dalam analisis ini digunakan pendekatan analisis rasio keuangan dan analisis sumber dan penggunaan kas.Untuk menganalisis kondisi dan kinerja suatu KJK maka diperlukan ukuran tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam analisis laporan keuangan KJK adalah rasio. Analisis rasio keuangan yang dilakukan terhadap suatu KJK akan membantu memberi pemahaman atas kondisi dan perkembangan kinerja KJK yang dianalisis (Lihat penilaian tingkat kesehatan KJK).

Analisis rasio keuangan suatu KJK untuk satu periode tertentu saja tidak akan memberikan manfaat yang berarti. Oleh karena itu, analisis rasio hanya akan memberi manfaat apabila diperbandingkan dengan standar tertentu. Analisis rasio keuangan pada dasarnya dapat dilakukan dengan dua macam perbandingan, yaitu:
·         membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu-waktu yang lalu (historis ratio) atau dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu-waktu yang akan datang dari KJK yang sama.
·         membandingkan rasio-rasio dari suatu KJK dengan rasio-rasio semacam dari KJK lain sejenis atau industri untuk waktu yang sama.

Tujuan  Analisa Laporan Keuangan (ALK) adalah untuk memberikan informasi secara lebih terinci atas hasil interprestasi mengenai peformance yang dicapai Koperasi tahun yang telah lewat, dan menjelaskan situasi & keadaan keuangan Koperasi serta melakukan Evaluasi terhadap Laporan Keuangan Koperasi, dengan menggunakan :
(1)  Peralatan       :     Neraca dan Laporan Hasil Usaha serta Laporan Sumber dan  Penggunaan Dana
(2)  Metode           :     Vertikal dan Horizontal
(3)  Tehnik            :   Analisa Perbandingan, Analisa Commonsize, Analisa Trend Analisa Perubahan Posisi Keuangan,  Analisa Ratio dan Analisa Perubahan Hasil usaha.

1)    Analisa Perbandingan

Analisa perbandingan adalah tehnik analisa Laporan Kauangan yg disusun secara  Horizontsl, dengan menunjukan data absolute ( Jumlah rupiah) , kenaikan atau penurunan dalam rupiah dan dalam persentase, serta perhitungan dalam Ratio. Tujuan analisa, untuk mengetahui perubahan-perubahan yaitu kenaikan  atau penurunan keadaan keuangan serta hasil usaha KJK, Tehnik analisa ini dipergunakan  untuk menganalisa laporan keuangan yg meliputi dua periode.

Prosedur Analisa
(1)  Menentukan tahun dasar
(2)  Menghitung kenaikan atau penurunan tiap-tiap pos dalam jumlah rupiah dari laporan keuangan  yg diperbandingkan  dengan jumlah rupiah  dlm thn dasar
(3)  Menghitung kenaikan atau penurunan tiap-tiap pos dalam persentasi dengan jalan membagi kenaikan  atau penurunan dalam jumlah untuk tiap pos dengan jumlsh rupish pos ysng sama dalam tahun dasar
(4)  Menghitung rasio, dg jalan membagi jumlah rupiah tiap pos  dari laporan keuangan yang diperbandingkan. Dengan  jumlah rupiah pos yg sama  dalam tahun  dasar
(5)  Mengevaluasi perubahan-perubahan yang terjadi
(6)  Memberikan imterpretasi.

NERACA PERBANDINGAN
KSP MAJU SEJAHTERA
NERACA BUDGET PER :  31 DESEMBER  2007 (Rp.Juta)
POS-POS
RP
RP
NAIK
TURUN
RATIO
Budget
2007
RP
%
Kas
150
170
20


Pinjaman
5.000
6.000
1.000


Biaya dibayar dimuka
100
130
30


Jumlah Aktiva Lancar
5.250
6.300
50


Tanah
250
250
0


Bangunan
750
770
20


Perlengakapan & peralatan kantor
200
300
100


Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap
(200)
(220)
(20)


Jumlah Aktiva Tetap
1.000
1.100
100


Jumlah Aktiva
6.250
7.400
1.150


Hutang Bank
1.000
1.500
500


Biaya YMHD
100
80
(20)


Simpanan Anggota
2.000
2.800
800


Hutang Jangka Panjang
500
700
200


Modal Sendiri
2.050
1900
(150)


SHU
300
420
120


Jumlah Modal
2.350
2.320
(30)


Jumlah Kewajiban  dan Modal
6.250
7.400
1.150




2)    Analisa Common-Size

Adalah tehnik analisa laporan keuangan yang disusun secara  vertikal , dengan menunjukan persentase Investasi pada masing-masing pos aktiva terhadap totalnya, pos-pos kewajiban terhadap totalnya serta pos-pos biaya terhadap penjualan bersih.  Tujuan analisa untuk mengetahui distribusi Investasi yang tertanam dalam masing-masing Aktiva, komposisi modal yang digunakan dalam perusahaan (struktur permodalan) serta komposisi biaya-biaya yang terjadi, dengan demikian  akan dapat dievaluasi :
1.    Distribusi masing-masing Pos-Pos Aktiva terhadap totalnya
2.    Investasi dalam suatu aktiva, apakah terdapat Under atau Over investasi bila dibandingkan dengan KJK sejenis.
3.    Sumber dana mana yang merupakan sumber pokok pembiayaan.
4.    sampai sejauh mana KJK akan mampu menarik dana dari pihak luar
5.    berapa persentase pinjaman yang diserap oleh tiap-tiap pos biaya dan berapa persen sisanya yang tersedia untuk keuntungan.

Prosedur Analisa
(1)  Menenukan angka 100 % untuk total Aktiva, Total Kewajiban dan Total Pinjaman.
(2)  menghitung ratio dari tiap-tiap pos dengan cara membagi jumlah rupiah dari masing-masing pos terhadap jumlah totalnya
(3)  mengevaluasi pos-pos neraca dan perhitungan hasil usaha.
(4)  memberikan Interprestasi.

NERACA PERBANDINGAN COMMONSIZE
KSP MAJU MAKMUR
PER 31 DESEMBER 2006 DAN 2007
POS-POS
NERACA  Per 31 Desember
Laporan common size
% dari Sub Total
% dari Total
2006
2007
2006
2007
2006
2007
AKTIVA






Kas
7.000
3.500




Pinjaman
48.000
50.000




Biaya dimuka
5.000
7.500




Jumlah Aktiva Lancar
120.000
153.000











Tanah
8.500
7.500




Bangunan
71.000
78.000




Aktiva Tetap Lainnya
32.500
35.500




Ak. Peny. Aktiva Tetap
(9.000)
(10.500)




Jumlah Aktiva Tetap
103.000
110500




Jumlah Aktiva
253.000
263.500











KEWAJIBAN DAN EKUITAS






Kredit Bank
44.000
57.000




Simp. Sukarela
7.000
7.500




Beban Biaya YMHD
20.000
24.000




Jumlah Kew. Lancar
71.000
88.500




Kewajiban Jk Panjang
107.000
105.000




Simp Pokok dan Wajib
25.000
25.000




SHU Belum dibagi
52.000
45.000




Jumlah Modal
77.000
     70.000




Jumlah Kew dan Ekuitas
253.000
263500




3)    Analisa Trend

Analisa Trend adalah Tehnik Analisa  Laporan Keuangan yang disusun secara Horizontal, dengan menggunakan Angka Indeks 100 sebagai dasar perhitungan. Tujuan analisa ini adalah untuk mengetahui tendensi/ kecenderungan keadaan keuangan KJK, baik kecenderuangan naik, turun maupun tetap. Tehnik Analisa  ini dipergunakan untuk menganalisa Laporan keuangan yang meliputi 3 periode atau lebih.

Prosedur Analisa:
a.       Menentukan Tahun Dasar
b.      Menentukan Angka Indeks 100 pada masing-masing pos dalam Tahun dasar
c.       Menghitung rasio kecnderungan dengan cara membagi masing-masing pos yang sama pada periode laporan yang dianalisa dengan pos-pos yang sama dalam tahun dasar.
d.      Mengevaluasi kecenderungan yang terjadi
e.       Memberikan interprestasi

4)    Anggaran Kas 

Anggaran Kas atau Kas budget dilakukan dengan cara membandingkan proyeksi penerimaan dengan pengeluarannya. Sehingga dapat dilihat adanya  kenaikan dan penurunan uang kas yang diakibatkan  oleh usaha-usaha  atau aktivitas-aktivitas kas, maka dapat diambil langkah-langkah selanjutnya seperti, melakukan penyesuaian dalam kebijaksanaan  yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah yang diproyeksikan tersebut.

Tujuan menyusun anggaran ini adalah  sebagai perencanaan keuangan bagi koperasi  agar dana-dana  yang ada di dalam perusahaan dapat digunakan  seefisien mungkin, memudahkan pengawasan penggunaan dana-dana  tersebut, dan sebagai  landasan untuk menentukan  kebijaksanaan guna memenuhi akan dana  yang diperlukan.
                      i.    Analisa Sumber Dan Penggunaan Kas

Sumber dan penggunaan Kas dalam  dapat dilihat dari proses kegiatan usaha :

KETERANGAN
SUMBER
PENGGUNAAN
AKTIVA
(-)
(+)
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
(+)
(-)


                    ii.    Analisa Modal Kerja Neto

Yang dimaksud dengan Modal Kerja Neto adalah selisih antara Aktiva Lancar terhadap Kewajiban Lancar

a.        Tujuan analisa  sumber dan penggunaan Modal Kerja adalah :
a.    Menjelaskan sebab-sebab terjadinya  perubahan Modal Kerja
b.    Menilai tepat tidaknya kebijakan manajemen
c.    Menetapkan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mengatasi kekurangan / kelebihan modal kerja.
b.        Sumber Modal Kerja
a.    Penambahan Modal Sendiri
b.    Hasil penjualan Aktiva Tetap
c.    Penambahan Hutang Jangka Panjang.
d.    Sisa hasil Usaha
e.    Penyusutan
c.        Penggunaan Modal Kerja
                                      I.        Pembayaran Hutang Jangka Panjang.
                                    II.        Pembelian Aktiva Tetap
                                   III.        Pembayaran Beban Biaya
                                  IV.        Pembayaran Kerugian.
d.        Contoh analisa sumber dan penggunaan modal kerja
ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA
(dalam Rp.000)

SUMBER MODAL KERJA
SHU                                                               Rp   9.000
Penyusutan                                                  Rp   5.500
Jumlah Sumber Modal Kerja                     Rp 14.500

PENGGUNAAN
Pembelian Laptop                                       Rp   8.000
Pembelian Aktiva Tetap lainnya               Rp   2.000
Jumlah penggunaan Modal Kerja            Rp 10.000
KELEBIHAN                                                 Rp.  4.500


                   iii.    Analisa Perubahan Hasil Usaha  Kotor

Analisa perubahan hasil usaha kotor adalah tehnik analisa laporan keuangan untuk mengetahui sebab-sebab perubahan hasil usaha  dari periode ke periode yang lain atau perubahan hasil usaha dari suatu periode dengan hasil usaha yang dibudgetkan untuk periode tersebut.
Tujuan Analisa, untuk mengetahui perubahan hasil usaha kotor baik perubahan yang menguntungkan maupun yang tidak menguntungkan, dengan demikian akan dapat diambil kesimpulan atau dapat diambil tindakan penyesuaian seperlunya untuk periode berikutnya.

Cara Menghitung:
Analisa hasil usaha kotor dapat dilakukan dengan cara membandingkan antara :
a.    Budget hasil usaha dengan realisasi
b.    Laporan hasil usaha periode yang dianalisa dengan laporan hasil usaha tahun sebelumnya yang dianggap normal (Realisasi dengan realisasi)

Faktor-faktor Penyebab Perubahan Hasil usaha kotor
a.    Tingkat suku bunga  pinjaman  lebih tinggi dari yang dibudgetkan, sedangkan tingkat suku bunga sumber dana konstan.
b.    Tingkat suku bunga  pinjaman lebih rendah dari yang dibudgetkan, sedangkan tingkat suku bunga sumber dana konstan.
c.    Kombinasi dari perubahan tingkat suku bunga pinjaman dan sumber dana yang mengakibatkan hasil usaha kotor meningkat.
d.    Kenaikan kuantitas pembiayaan yang proposional dengan tambahan biaya.


2.2.      Indikator Penilaian Kinerja yang Signifikan Sebagai Acuan Perbaikan dan Pengembangan.

Pengertian pengukuran kinerja secara sederhana adalah penentuan secara periodik efektivitas operasional suatu KJK, berdasarkan sasaran, standar dan kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam hal penilaian kinerja tak lepas dari penilaian efektivitas dan efisiensi. Pengukuran kinerja bervariasi menurut tingkatan dalam organisasi. Pada tingkatan yang lebih rendah, pengukuran kinerja cenderung lebih terperinci, spesifik, kuantitatif dan perhatian ditunjukkan pada penyimpangan yang spesifik, sedangkan pada tingkatan yang lebih tinggi, standarnya cenderung lebih umum, dan perhatian lebih ditunjukkan pada investasi untuk satu unit secara keseluruhan

Laporan keuangan disusun untuk disajikan kepada berbagai pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak itu digolongkan menjadi dua kelompok besar yaitu pihak intern dan pihak ekstern. Bagi pihak intern dalam hal ini pengelola KJK, laporan keuangan digunakan untuk melihat efisiensi kerja yang dilakukan pada satu periode tertentu dan kemajuan-kemajuan yang diharapkan dapat dicapai untuk dibandingkan dengan tahun-tahun yang lampau. Bagi pihak ekstern misalnya pemerintah, berkepentingan untuk menentukan pajak yang harus dibayar oleh KJK. Bagi kreditur atau calon kreditur (pihak ekstern), laporan keuangan digunakan untuk melihat apakah KJK benar-benar mampu atau mempunyai kemampuan membayar kembali utang yang diberikan.
KJK perlu melakukan analisis terhadap laporan keuangan, karena laporan keuangan merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengukur kinerja KJK, terutama mengenai kinerja keuangan. Hasil analisis laporan keuangan tersebut dapat digunakan sebagai alat dalam pengambilan keputusan, terutama keputusan finansial. Sebagai sumber informasi, laporan keuangan akan lebih bermanfaat jika dilihat secara komprehensif misalnya dengan membandingkan suatu periode dengan periode yang lain.

Jika KJK ingin melakukan penilaian kinerja keuangan secara menyeluruh, seharusnya KJK melakukan analisis terhadap rasio-rasio likuiditas, solvabilitas maupuan rentabilitas. Jika KJK hanya mengandalkan rasio rentabilitas, dikhawatirkan akan terjadi salah interpretasi terhadap hasil analisis, dan akan berakibat fatal jika terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan finansial akibat salah interpretasi tersebut. Misalnya jika rasio return on invesment (ROI) yang baik, belum tentu KJK dalam keadaan likuid.


2.3.      Perumusan Hasil Analisis Kegiatan PK dan RAPB.

Dari hasil analis  tersebut diatas, dibuat rumusan  Hasil Analisis Kegiatan PK dan RAPB yang memberikan informasi secara lebih terinci atas hasil interprestasi mengenai peformance yang dicapai KJK tahun yang telah lewat. Hasil perumusan analisis tersebut dilaporkan kepada phak-pihak terkait.

Hasil rumusan tersebut daat dibuat analisis dengan melakukan analisis baik rencana jangka panjang maupun rencana jangka pendek, karena  Program Kerja adalah tindakan nyata yang terstruktur, terukur, menyeluruh dan terpadu, terjadwal dan dinilai, semuanya dituangkan dalam suatu program kerja dan rencana pendapatan dan biaya KJK. Oleh sebab itu, perlu dijelaskan lebih dahulu perihal penyusunan rencana, baik rencana jangka panjang maupun rencana jangka pendek.
Rencana Jangka Panjang
Untuk memajukan sebuah KJK, perlu disusun suatu rencana strategis secara sistimatis dan berkelanjutan. Rencana diawali pengenalan kondisi dan potensi saat dibuat rencana. Sebagai langkah konkret untuk mewujudkan sasaran tersebut, disusun program untuk berbagai bidang kegiatan:
        Bidang pemasaran
        Bidang operasional
        Bidang sumber daya manusia
        Bidang keuangan dan administrasi

Rencana jangka panjang (paling tidak untuk 5 tahun), sebagai acuan dalam menyusun rencana jangka pendek. Rencana jangka pendek berisi kesatuan untuk mencapai rencana jangka panjang serta anggaran. Dipilih sasaran yang paling mudah dan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan tersebut pada peningkatan kinerja KJK. Perlu dipahami dan diketahui langkah-langkah persiapan yang dilakukan berupa analisa factor internal dan eksternal.
a.    Mengidentifikasi maksud dan tujuan KJK.
b.    Mengidentifikasi aspirasi masyarakat di wilayah tersebut terhadap KJK.
c.    Menganalisa kondisi internal:
                                  i.    Struktur organisasi.
                                ii.    Permodalan, struktur dan pemupukan serta pengelolaan dana.
                               iii.    Program Kerja KJK apakah menggunakan system dan prosedur yang telah baku.
d.    Mengidentifikasi peluang-peluang dan ancaman bagi KJK dengan cara menilai factor lingkungan KJK:
                              i.        Perubahan teknologi
                            ii.        Kebijaksanaan pemerintah
e.    Melaksanakan analisis terhadap kondisi internal dan faktor lingkungan KJK untuk dikembangkan dengan pertimbangan kemampuan internal dan ancaman eksternal.

Contoh: Untuk meningkatkan pemupukan dana dari anggota KJK sebesar 60% dalam jangka waktu 5 (lima) tahun, perlu dijabarkan target tahunan sebagai berikut:
        Target tahun pertama 10% (program jangka pendek)
        Target tahun kedua menjadi 20% (akumulasi)
        Target tahun ketiga menjadi 25% (akumulasi)
        Target tahun keempat menjadi 40% (akumulasi)
        Target tahun terakhir menjadi 60% (sesuai rencana)

Mengapa dipilih pemupukan dana dari anggota KJK, karena apabila anggota KJK mau berpartisipasi dengan optimal berarti salah satu kekuatan pasar akan terbuka. Sumber kekuatan dari sumber daya manusia KJK akan tersedia. Disamping masalah-masalah lain secara bertahap digarap (menjadi sasaran) sebagai sasaran jangka panjang.

2)    Rencana Jangka Pendek
Rencana jangka pendek (1 tahun) merupakan bagian dari rencana jangka panjang. Oleh sebab itu, persiapan serta penyusunan rencana jangka pendek selalu mengacu kepada rencana jangka panjang yang telah disusun. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Rencana jangka pendek tersebut lazimnya dituangkan dalam Rencana Kerja.

Rencana kerja merupakan alat atau pedoman dari kegiatan pimpinan organisasi sesuai dengan waktu yang sudah dijadwalkan.
Selain itu, perencanaan dapat pula digunakan sebagai alat untuk pengendalian organisasi. Merupakan salah satu upaya pimpinan organisasi untuk menjamin tercapainya apa yang telah ditetapkan dan disepakati. Baik rencana jangka panjang maupun jangka pendek. Dengan perkataan lain, kegiatan-kegiatan atau program yang dituangkan dalam rencana jangka pendek tersebut adalah merupakan langkah konkret yang dilakukan secara periodik (tahunan) dalam mencapai tujuan jangka panjang. Program Kerja dan RAPB KJK minimal  meliputi antara lain:
        Anggaran dan pencapaian Sisa Hasil Usaha
        Anggaran Sumber dan Penggunaan dana
        Anggaran Kas dan investasi

Setelah penyusunan rencana, disusun langkah-langkah tindakan yang akan ditempuh secara sistematis, terpadu dan menyeluruh serta terjadwal dengan baik. Hal ini dikenal dengan istilah program jangka pendek atau sering disingkat sebagai “program”.

Program disusun dan merupakan tindakan pelaksanaan kegiatan organisasi, menyangkut program sebagai berikut:
o   Bidang Pemasaran
Kegiatan pemasaran meliputi, pada kegiatan: pengenalan pasar (anggota koperasi dan non anggota), perancangan produk, kegiatan promosi sampai kepada penyerahan barang. Kegiatan ini, perlu terprogram dan terjadwal agar tercapai hasil yang maksimal.
o   Bidang Operasi
Program ini tidak terlepas dari pemasaran dan investasi karena berkaitan dengan pengadaan fasilitas sarana dan prasarana dan modal. Perlu diingat bahwa program sifatnya menyeluruh dan terpadu. Oleh sebab itu, adanya penyimpangan dalam suatu program akan mengganggu kegiatan KJK yang secara otomatis mempengaruhi tingkat pencapaian tujuan KJK.
o   Bidang Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia koperasi sangat vital dalam sebuah KJK karena KJK dalam bentuk organisasi. Perkembangan teknologi menigkatkan aktivitas KJK akan memungkinkan peningkatan kebutuhan sumber daya manusia maupun kwantitas dan penempatan yang tepat agar KJK memungkinkan untuk maju secara maksimal.
o   Bidang Keuangan dan Administrasi
Keuangan merpakan sumber daya KJK yang juga menjamin kelancaran KJK.oleh sebab itu, program bidang keuangan ini perlu di program dengan baik, misalnya kapan suatu dana dibutuhkan atau berlebih, yangkemudian diprogram dari mana sumber atau pengalokasian/ penempatan dana tersebut.Dalam hal ini juga tidak terlepas faktor pencatatan serta pelaporan kegiatan KJK yang dituangkan dalam laporan keuangan KJK.

Misalnya KJK  ingin memperluas pasarannya pertama kepada anggota, setelah itu kepada non anggota. Target peningkatan volume usaha sebanyak 15% (keadaan yang diinginkan ),setelah 5(lima) tahun.Tahun pertama diharapkan meningkat 30%, demikian selanjutnya sehingga dalam 5 tahun akan tercapai peningkatan volume usaha 150% (bersifat akumulatif).

Rumuskan masalah yang dihadapi, jika ingin memperluas pasar tersebut. dilakukan observasi atau pengamatan untuk mencari hambatan yang sebenarnya. Kemungkinan diketemukan beberapa masalah, antara lain :
§  Anggota kurang memahami prinsip-prinsip dan jati diri koperasi.
§  Produk KJK belum terkenal.
§  Persaingan dengan usaha lain yang sudah terlebih dahulu dikenal atau menjadi langganannya.
§  Mutu yang kemungkinan lebih unggul dan jasa lebih murah di pihak pesaing.
§  Pelayanan kurang baik dan tempat kurang strategis.

BAB III
MEMBUAT EVALUASI PROGRAM KERJA DAN RAPB

3.1. Kesimpulan hasil kegiatan analisis

Setelah diobservasi dan dilakukan pengamatan ternyata disimpulkan anggota tidak memahami prinsip-prinsip dan jati diri koperasi. Pengurus kurang melayani anggota. Maka dirumuskan adalah karena anggota sebgai pemilik tidak memahami prinsip-prinsip dan jati diri koperasi ( masalah ). Mengapa tidak memahami ? Mungkin karena tidak pernah ada pendidikan perkoperasian untuk anggota. Pemecahan masalah perlu ada program pendidikan perkoperasian. Pendidikan perkoperasian bagaimana yang dianggap efektif? Apakah individual  atau grup/kelompok. Inilah yang dibuatkan perencanaan. Siapa-siapa yang ditugaskan. Jumlah dan tanggung jawabnya siapa ? Berapa biaya ? Di mana dilakukan dan kapan dilakukan ? Hari, jam, siapa peserta, pengajar, materi dan seterusnya secara rinci. Setelah tiga atau enam bulan dilakukan evaluasi. Kalau tidak ada perubahan, kemungkinan penyebabnya lain.Maka dibuat perencanaan berdasar pemecahan alternatif lain lagi, demikian seterusnya.

Pelaporan keuangan bukanlah tujuan akhir dari akuntansi keuangan, melainkan dimaksudkan untuk menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan usaha dan ekonomi. Dengan demikian, untuk bisa memanfaatkan informasi yang terkandung dalam laporan keuangan perlu dilakukan suatu tahap yaitu analisis atau intepretasi laporan keuangan.

Interpretasi atau analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat bagi penganalisis untuk dapat mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan. Para kreditur berkepentingan dengan analisis laporan keuangan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menjamin pengembalian pinjamannya. Para investor berkepentingan terhadap analisis laporan keuangan dalam rangka penentuan kebijaksanaan penanaman modalnya. Dengan demikian, interpretasi atau analisis laporan keuangan suatu KJK sangat penting artinya bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap KJK yang bersangkutan meskipun kepentingan mereka tidak selalu sama.
3.2.  Menyusun rekomendasi pencapaian target sebagai masukan bagi manajemen.

Action program merupakan suatu tindakan, dilakukan dengan perencanaan yang jelas, memperhitungkan batasan waktu, biaya, pemakaian sumber daya efektif, dimana peranan, tugas, kewajiban dan tanggungjawab dibagikan dengan habis. Action program termasuk dalam rencana jangka pendek yang khas dan sangat penting untuk memecahkan berbagai hambatan yang sedang dihadapi. Pemecahan tersebut dilakukan dengan memfokuskan sumberdaya secara maksimal. Tingkat keberhasilan terukur dan dipergunakan untuk memecahkan masalah, sampai dapat dipecahkan dengan berhasil, sebagai masukan bagi manajemen.

Dalam rangka perbaikan manajemen KJK, hasil analisa yang dilakukan oleh manager terhadap Program Kerja dan  Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya (PK dan RAPB) langkah berikutnya ádalah menyusun  kesimpulan dan rekomendasi yang tepat. Pencapaian target yang dicapai harus dikemukakan secara objektif dan transparan dengan mengemukakan faktor-faktor pendukung yang mengakibatkan anggaran pendapatan menjadi tercapai, begitu juga anggaran biaya yang maksimal kondisinya diupayakan di bawah target, itulah statu harapan manajemen yang harus divaga kelangsungannya.

Di sisi lain, pencapaian target terhadap anggaran biaya dan ketidak tercapaian terhadap anggaran pendapatan harus menjadi perhatian khusus bagi manajemen, sehingga sangat sarat untuk dikemukakan oleh manager dalam penyusunan rekomendasi. Hal ini dimaksudkan semata-mata hanya untuk kepentingan perbaikan manajemen koperasi jasa keuangan di masa mendatang.

3.3.    Mendiskusikan dan mengevaluasi kegiatan analisis PK dan RAPB.

Hasil analisis dari PK dan RAPB Koperasi Jasa Keuangan, seorang manajer terlebih dahulu  mendiskusikan dengan bagian yang bertanggung jawab atas pekerjaannya, yaitu : antara lain dengan seorang Kepala Bagian Akuntansi dan Petugas Pengendalian Intern
Mengingat perubahan dan perkembangan zaman yang begitu cepat, KJK harus senantiasa mengantisipasinya secara proaktif sesuai dengan perubahan tuntutan masyarakat dan “rising demand” mereka. Oleh sebab itu, langkah perencanaan PK dan RAPB harus bersifat dinamis (tidak statis) dan terbuka kesempatan bilamana perlu dievaluasi untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan baru yang terjadi, senantiasa dilakukan diskusi dengan stakeholders KJK.  Secara skematis, langkah-langkah dinamis tersebut dapat digambarkan dalam sebagai berikut :

Namun demikian  Program Kerja dan  Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya (PK dan RAPB) teta akan menjadi:
        Sebagai landasan pokok atau pedoman kerja, apa yang akan dilakukan.
        Mendorong pengelola dan pelaksanaan dalam organisasi untuk mencapai apa yang telah ditetapkan.
        Daat mengukur kinerja yang akan dicapai, sehingga melalui anggaran organisasi atau pihak pengelola dapat mengatur kebijaksanaan yang akan ditempuh.
        Untuk menjamin pelaksanaan kegiatan serta lebih menjamin pencapaian tujuan organisasi untuk pengendalian. Telah ditetapkan waktu, dimana dilakukan serta berapa jumlah biayanya, dll

BAB IV
MeLAPORKAN HASIL KEGIATAN MENGANALISIS PROGRAM KERJA DAN RAPB

4.1.      Format Laporan

Secara umum yang mengelola dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan menganalisis PK dan RAPB, dan pelaporannya terutama dalam pemberian rekomendasi adalah manajer. Maka setelah dilakukan kegiatan menganalisis PK dan RAPB sesuai prosedur yang berlaku pada KJK, Manajer melaporkan kepada pengurus.

Hasil pelaksanaan kegiatan menganalisis PK dan RAPB Koperasi Jasa Keuangan dilaporkan dengan menggunakan:
1)  Form Laporan Evaluasi
2)  Form Laporan Hasil Kegiatan secara berkala


4.2.      Laporan Hasil Kegiatan Menganalisis PK dan RAPB

1)   Pelaporan
Teknik Pelaporan kegiatan menganalisais PK dan RAPB. Manajer KJK mendiskusikan dengan para kepala bagian mengenai Hasil Pelaksanaan menganalisis PK dan RAPB, maka manajer atau pengelola KJK menuangkannya dalam form laporan, untuk mempermudah dalam mengidentifikasi menganalisis PK dan RAPB, manajer KJK perlu menyiapkan format laporanya.
                         
Pengertian Laporan adalah penyampaian informasi dari seorang manajer kepada petugas/pejabat lain dalam suatu sistem administrasi. Isi laporan dapat berupa hasil kegiatan pelaksanaan pengawasan intern Koperasi Jasa Keuangan. Laporan memiliki fungsi informasi, pengawasan, pengambilan keputusan, dan fungsi pertanggung jawaban.
Syarat- syarat Laporan adalah :
·         Isi laporan harus terperinci dan jelas
·         Harus mengandung data dan fakta serta informasi yang diperlukan.
·         Isi laporan tidak boleh berbelit-belit.

Jenis Laporan dapat dibagi menjadi beberapa macam, berikut ini akan diuraikan sebagai berikut :
a.   Laporan menurut isinya :
•     Laporan Informatif
•     Laporan Rekomendasi
•     Laporan Analitis
•     Laporan pertanggungjawaban
•     Laporan Kelayakan
b.   Laporan menurut bentuknya :
•           Laporan berbentuk Memo
•           Laporan berbentuk Surat
•           Laporan berbentuk Naskah

Laporan harus bersifat operasional, artinya laporan memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
·         Penyampaian laporan dapat dilakukan secara lisan atau tertulis
·         Laporan berisi informasi yang dipelrukan oleh manajemen dalam proses pengambilan keputusan
·         Laporan harus faktual, didukung oleh data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan

Kriteria laporan yang efektif harus memenuhi kreteria sebagai berikut :
·         Mudah dimengerti dan dipahami oleh penerima laporan
·         Mampu menguraikan masalah serta analisanya secara jelas bagi pembaca laporan
·         Mampu menyajikan permasalahan secara logis, konsisten, dan sistimatis
·         Persuasif, yaitu mampu mendorong pembaca untuk memberikan perhatian dan mengambil keputusan sesuai dengan yang dikehendaki oleh yang mempersiapkan laporan
·         Meyakinkan, yaitu berdasar pada data dan informasi yang dapat diandalkan
2)   Penyusunan Laporan

Hasil pelaksanaan kegiatan menganalisis PK dan RAPB, kemudian disusun rekomendasi atas permasalahan yang dihadapi KJK dan menuangkannya dalam form yang telah tersedia, kemudian bersama memo dikirimkan kepada pengurus untuk ditindaklanjuti pengurus jika diperlukan.

Langkah-langkah dalam menyusun laporan dan rekomendasi, yakni:
1.   Menyusun persiapan penulisan laporan, menyiapkan bahan penyusunan laporan berupa data dan fakta serta sarana pendukungnya seperti peralatan ATK (Komputer, printer) dan bahan ATK (kertas, toner, dll)
2.   Menyusun sistematika laporan dengan membuat struktur laporan seperti berikut ini :
•     pendahuluan
•     isi laporan
•     uraian / analisis
•     penutup/ saran
3.   Membuat isi Laporan dapat berupa pertanggung jawaban. Isi laporan (rincian kegiatan secara kronologis beserta biaya yang sudah dikeluarkan dengan menunjukkan nomor –nomor tanda bukti pengeluaran, jika diperlukan).
4.   Membuat Evaluasi (bila ada), kemudian
5.   Menyusun Penutup/Rekomendasi

3)   Bertanggung Jawab Terhadap Hasil Pelaksanaan
Pengelola KJK  harus bertanggung jawab terhadap hasil pelaksanaan menganalisis PK dan RAPB KJK, dalam bentuk :
1)        Laporan evaluasi yang akurat
2)        Laporan hasil kegiatan secara berkala tepat waktu


Sumber-Sumber Kepustakaan (Buku Informasi)
a.   Judul                                            :     Manajemen Biaya
•     Penulis                                  :     Blocler, Edward J, Kung H. Chen dan Thomas W. Lin.
•     Penerbit                                 :     Salemba Empat, Jakarta
•     Tahun publikasi                   :     2000
b.   Judul                                            :     Anggaran Perusahaan
•     Penulis                                  :     Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri
•     Penerbit                                 :     BPFE Yogyakarta
•     Tahun publikasi                   :     1984
c.   Judul                                            :     Manajemen Biaya Akuntansi dan Pengendalian 
•     Penulis                                  :     Hansen, Don R. and Maryanne M. Mowen.
•     Penerbit                                 :     Salemba Empat, Jakarta
•     Tahun publikasi                   :     2000